Beberapa Info tentang Angkola Sipirok, Pariwisata008 dapat dari angkolasipirok.blogspot.com, Selamat Membaca :
Budaya (3)
Pengertian "Kawin Lari" (2)
Maksudnya, marlojong 'kawin lari' seperti ini disetujui sebagian keluarga dan sebagian lagi kurang menyetujuinya. Perbuatan marlojong 'kawin lari' ini dilakukan oleh seorang pemuda, yang disebut dengan bayo, dengan membawa seorang anak gadis, yang disebut dengan boru, ke rumah orang tua/famili pihak laki-laki tanpa diketahui oleh orang tua perempuan.
Secara umum, orang tua pihak perempuan kurang menyetujui perkawinan seperti ini karena adanya perbedaan status sosial. Namun marlojong 'kawin lari' ini dapat juga terjadi karena melangkahi kakak yang belum kawin yang bertentangan dengan adat istiadat. Dalam hal ini, pantun Angkola berkata, /Diboan dope eme sitarolo/Na dijomurkon di ari parudan/Adat ni ompunta na parjolo/I ma hita paobanoban/ yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah, /Dibawa padi sitarolo pula/Yang dijemur di musim hujan/Adat moyang dahulu kala/Itulah yang jmenjadi pedoman/. Jadi, perkawinan sebaiknya berpedoman pada adat yang ada. Sedangkan, marlojong 'kawin lari' ini hanya dilakukan saat muda-mudi itu dalam keadaan terdesak dan "darurat" saja.
Seorang anak gadis yang sudah dewasa dalam masyarakat Angkola pantas untuk dikawinkan. Pantun yang menggambarkan hal itu tampak pada,/Talduskon ma giring-giring/Laho mamasukkon golang-golang/Tinggalkon ma inang adat na bujing/Madung jujung adat matobang/ yang artinya adalah, /Tanggalkan gelang tangan manis/Saat masuk gelang biasa/Tinggalkan kebiasan anak gadis/Sudah sampai ke masa dewasa/. Untuk itu, ada dua cara perkawinan (pabagas boru) menurut adat orang Angkola. Pertama, disebut dengan dipalakka sian tangga jolo yang artinya 'diberangkatkan dari tangga depan'.
Sekian dari Pariwisata008, semoga dapat membantu.
1 komentar:
nantulang tobang saya juga dulu marlojong karena perbedaan status sosial. ayahnya kepala kuria Parau Sorat tidak setuju boru nya nikah dengan orang yang beda status sosial.
Sekalian mau nanya nih, emangnya sekarang masih ngaruh ya marlojong karena status sosial gitu di Sipirok dan Angkola?
Posting Komentar